jateng.jpnn.com, SEMARANG - Ratusan polisi wanita (polwan) disiapkan menjadi tim negosiator ketika terjadi aksi unjuk rasa di Jawa Tengah (Jateng). Mereka dilatih untuk menghadapi dinamika penyampaian aspirasi masyarakat yang terus berkembang.
Setidaknya terdapat 185 polwan dari berbagai satuan kerja mengikuti pelatihan yang digelar di halaman Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jateng, Senin (20/4) mulai pukul 08.30 WIB.
Instruktur dihadirkan langsung dari Ditsamapta dan Satbrimob Polda Jateng. Para polwan ditempatkan pada posisi paling depan berhadapan langsung dengan pendemo.
Selain meningkatkan kemampuan personel polwan dalam ikatan kelompok, pelatihan ini juga menjadi bagian dari langkah antisipatif Polda Jateng dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman menegaskan bahwa peran negosiator menjadi sangat krusial, terutama saat berhadapan dengan situasi yang berpotensi memanas.
“Tidak mudah menjadi seorang negosiator. Dibutuhkan kesabaran, kedewasaan, serta kemampuan membaca situasi secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Menurutnya, negosiator bukan sekadar penyampai pesan, melainkan jembatan komunikasi yang menentukan arah situasi.
“Negosiator adalah wajah pertama Polri yang hadir di tengah masyarakat, sehingga pendekatan yang humanis harus selalu dikedepankan,” ujarnya.
















































