jpnn.com, JAKARTA - Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta menegaskan bahwa aparat penegak hukum Teheran memprioritaskan pelindungan terhadap nyawa warga sipil yang berunjuk rasa pada 28 Desember lalu dan terus meluas ke banyak wilayah.
“Melindungi nyawa warga negara, termasuk para pengunjuk rasa damai, selalu menjadi prioritas, meskipun selama kerusuhan ini, sejumlah warga Iran yang tidak bersalah serta petugas keamanan dan ketertiban umum telah kehilangan nyawa di tangan elemen teroris bayaran,” demikian pernyataan Kedubes Iran di Jakarta, Rabu.
Kedutaan menekankan bahwa Iran berpegang teguh pada hukum dan praktik hak kebebasan berekspresi dan berunjuk rasa secara damai, dan mengakui hak-hak ini dalam kerangka konstitusi dan komitmen internasional, termasuk Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (ICCPR).
Semua otoritas dan lembaga terkait, sambungnya, telah memperhatikan tuntutan damai dan sah dari warga negara dan menggunakan kapasitas yang dimiliki untuk menangani dan menindaklanjuti tuntutan, serta menegaskan tidak ada tindakan yang diambil terhadap para pengunjuk rasa damai.
Terlepas dari adanya insiden kekerasan yang terorganisir pada aksi unjuk rasa, Kedubes Iran menyampaikan bahwa aparat penegak hukum Iran telah bertindak dengan menahan diri dan dalam kerangka hukum, serta sesuai dengan prinsip-prinsip urgensi tinggi dan proporsionalitas untuk menjaga ketertiban dan keamanan publik.
“Iran sekali lagi menekankan komitmen penuhnya untuk melindungi hak-hak warga negara, termasuk hak untuk berdemonstrasi dan berunjuk rasa secara damai, dan pada saat yang sama menganggap perlindungan keamanan publik, nyawa dan harta benda warga negara dan sarana umum sebagai tanggung jawab yang sangat mendasar,” ucap pernyataan tersebut.
Menyikapi tuntutan pengunjuk rasa yang dipicu oleh fluktuasi nilai tukar mata uang rial Iran, kedutaan mengatakan bahwa Iran telah memahami tuntutan pengunjuk rasa, dan telah menyiapkan sejumlah langkah praktis, termasuk menyediakan paket bantuan untuk kelompok rentan.
“Pemerintah Republik Islam Iran telah memasukkan langkah-langkah praktis ke dalam agenda, termasuk paket bantuan mendesak untuk kelompok rentan dan dialog langsung dengan perwakilan serikat pekerja dan serikat pasar, untuk mengurangi tekanan biaya hidup dan memulai reformasi ekonomi,” katanya.















































