jpnn.com, RIAU - Dokter spesialis paru dan pernapasan, dr. Indra Yovi memberi tanggapan soal asap kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Riau dan sekitarnya.
Dia mengatakan sejauh ini sebaran titik api di Pulau Sumatera masih didominasi wilayah Sumatera Selatan, Jambi, serta Riau.
“Sementara di Riau, puluhan titik api terpantau dengan konsentrasi antara lain di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir (Inhil),” kata dr. Indra Yovi, Sabtu (22/8).
dr. Indra Yovi menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpunnya, angin yang bergerak dari selatan ke utara membuat asap dari wilayah Sumsel dan Jambi ikut bergerak menuju Riau.
Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap kualitas udara, terutama di wilayah yang berada di jalur pergerakan asap.
“Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Pelalawan dan Pekanbaru telah berada pada zona merah atau kategori tidak sehat. Kondisi ini mulai terasa terutama pada pagi hari, ditandai dengan jarak pandang yang menurun dan bau asap yang semakin tercium,” jelasnya.
Peningkatan keluhan terkait gangguan pernapasan juga mulai menjadi perhatian.
Masyarakat diminta tidak menganggap kondisi tersebut sebagai persoalan biasa karena paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok rentan.






















































