jatim.jpnn.com, SURABAYA - Massa aksi tolak relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian di Balai Kota Surabaya, Selasa (13/1) sempat memanas. Pasalnya, mereka memaksa untuk masuk balai kota untuk menemui Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Pantauan JPNN di lokasi, massa aksi nekat masuk ke lobby balai kota menerobos masuk dengan memanjat pagar taman yang tak diberikan kawat berduri.
Puluhan mak-mak terlihat berteriak meminta agar Wali Kota Eri Cahyadi atau perwakilannya menemui massa.
Situasi makin panas, kericuhan pun tak ada dapat terhindarkan. Massa menggedor-gedor pintu kaca hingga terdengar suara retakan. Beberapa pot bunga di sekitar pintu masuk juga tampak rusak.
Polisi dan Satpol PP yang berada di dalam gedung berusaha menahan pintu kaca agar tidak pecah. Massa aksi terlihat terus memaksa masuk dan sempat mendorong petugas yang berjaga.
Adu mulut antara pedagang dan aparat juga terjadi di area anak tangga Balai Kota. Meski mendapat peringatan dari petugas, massa tetap bersikeras meminta bertemu langsung dengan Wali Kota.
Namun, tak berselang lama, aparat kepolisian dan Satpol PP akhirnya membubarkan massa. Situasi di depan Balai Kota Surabaya pun berangsur kondusif, meski pengamanan masih terus diperketat.
Aksi nekat jagal dan pedagang daging ini karena mereka bersikukuh menolak relokasi RPH Pegirian ke Tambak Oso Wilangun (TOW).



















































