Rini Indriyani Soroti FOMO dan Kesehatan Mental Perempuan di Era Digital

5 hours ago 17

Selasa, 21 April 2026 – 11:36 WIB

Rini Indriyani Soroti FOMO dan Kesehatan Mental Perempuan di Era Digital - JPNN.com Jatim

Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani. Foto: Diskominfo Surabaya

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani menyoroti tantangan baru yang dihadapi perempuan dan generasi muda di era digital, termasuk fenomena FOMO (fear of missing out) yang dinilai dapat memengaruhi pembentukan jati diri.

Menurutnya, tekanan untuk selalu mengikuti tren membuat sebagian anak muda kehilangan arah dalam mengenali potensi dirinya.

“Setiap anak punya potensi berbeda. Jangan memaksakan diri mengikuti orang lain. Justru keunggulan muncul ketika seseorang mengenali dan mengembangkan dirinya sendiri,” ujar Rini, Senin (20/4).

Dia menilai selain tekanan sosial digital, kesehatan mental perempuan menjadi isu penting yang tidak boleh diabaikan. Peran ibu sebagai pusat stabilitas keluarga dinilai sangat menentukan perkembangan anak.

“Ibu adalah penopang keluarga. Kalau ibu sehat dan bahagia, keluarga juga akan ikut sehat,” ujarnya.

Rini juga menekankan kesehatan perempuan tidak hanya fisik, tetapi juga mental. Di tengah tekanan modern, kewarasan emosional menjadi fondasi penting dalam pengasuhan.

Untuk menjawab tantangan itu, Pemkot Surabaya bersama TP PKK terus memperkuat program edukasi keluarga seperti Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan Kemangi (Kelas Remaja, Orang Tua Tangguh, Kreatif, dan Mandiri).

“Kami ingin perempuan Surabaya tidak hanya kuat secara peran, tetapi juga tangguh secara mental dan sosial,” pungkasnya. (mcr23/jpnn)

Rini Indriyani soroti FOMO di era digital yang pengaruhi jati diri. Ia tekankan kesehatan mental perempuan penting agar keluarga tetap kuat dan seimbang

Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |