jabar.jpnn.com, BANDUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 miliar untuk memenuhi kebutuhan ribuan toilet sekolah sebagai upaya meningkatkan kualitas sanitasi di lingkungan pendidikan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa anggaran tersebut akan difokuskan pada pembangunan hampir 7.000 titik toilet di sekolah-sekolah yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung.
“Setelah kami lakukan penghitungan, dibutuhkan sekitar 7.000 titik toilet dengan total anggaran kurang lebih Rp900 miliar,” kata Dadang dalam keterangan yang diterima di Bandung, Selasa.
Ia menjelaskan, penghitungan kebutuhan toilet tersebut disesuaikan dengan rasio ideal antara jumlah peserta didik dan fasilitas sanitasi.
Untuk siswa laki-laki, satu unit toilet disediakan bagi 40 siswa, sedangkan untuk siswi perempuan satu toilet diperuntukkan bagi 30 siswi.
“Untuk laki-laki satu toilet berbanding 40 siswa, dan untuk perempuan satu toilet berbanding 30 siswi. Target ini kami kejar agar sanitasi di setiap sekolah dapat terpenuhi,” ujarnya.
Selain pembangunan toilet, Pemkab Bandung juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan secara menyeluruh.
Dadang mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera mengajukan permohonan bantuan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).



















































