Saat Rumah Terbakar, Pemkot Jakpus Pastikan Anak Tetap Sekolah dan Warga Dapat Layanan Dasar

9 hours ago 26
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin (dua kiri) saat meninjau lokasi kebakaran di Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat pada Jumat (21/8/2026). Foto: Pemkot Jakpus

KabarJakarta.comKebakaran yang melanda permukiman warga di Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, tidak hanya menyisakan kerusakan rumah. Sejumlah warga juga kehilangan pakaian, perlengkapan sekolah, obat-obatan hingga dokumen penting yang selama ini digunakan untuk mengakses berbagai layanan.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat memastikan kebutuhan dasar warga terdampak kebakaran dipenuhi secara bertahap. Bantuan tidak hanya difokuskan pada kebutuhan tempat tinggal sementara, tetapi juga menyasar pendidikan anak, kesehatan, serta pengurusan kembali dokumen kependudukan.

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menjelaskan pendataan menjadi langkah awal untuk mengetahui kebutuhan setiap keluarga. Ia memastikan anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akan mendapat perhatian agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar.

“Kami mendata seluruh warga terdampak, termasuk anak-anak bersekolah. Ada pakaian sekolah, tas, seragam, dan perlengkapan belajar yang terbakar. Tentu kami akan membantu agar mereka bisa kembali bersekolah dengan baik,” kata Arifin saat meninjau lokasi pengungsian korban kebakaran di Paseban, Jumat (21/8).

Pendataan terhadap anak-anak terdampak telah dilakukan berdasarkan jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Data tersebut juga mencakup siswa laki-laki dan perempuan.

Langkah ini dinilai penting karena kebakaran dapat mengganggu aktivitas belajar anak. Kehilangan seragam, tas, buku dan perlengkapan sekolah membuat mereka membutuhkan dukungan agar bisa kembali bersekolah tanpa harus menunggu terlalu lama.

Selain pendidikan, persoalan dokumen juga menjadi perhatian. Pemkot Jakarta Pusat melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membuka posko pelayanan untuk membantu warga yang kehilangan dokumen akibat kebakaran.

KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran hingga sejumlah kartu layanan masyarakat dapat diproses kembali. Dokumen seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), BPJS Kesehatan dan kartu gratis TransJakarta juga termasuk dalam pelayanan tersebut.

“Semua akan kami bantu perbarui dan akan diterbitkan kembali,” ujar Arifin.

Di tengah kondisi pengungsian, kebutuhan kesehatan warga juga tidak luput dari perhatian. Puskesmas menyiapkan tenaga medis untuk memeriksa warga, terutama mereka yang kehilangan obat-obatan atau memiliki penyakit yang membutuhkan pengobatan rutin.

Sementara untuk persoalan tempat tinggal, Pemkot Jakarta Pusat masih melakukan pendataan terhadap rumah yang rusak dan terbakar. Jumlah kerusakan akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan.

“Kami mendata terlebih dahulu jumlah rumah yang terdampak dan terbakar. Setelah itu, kami menginventarisasi bantuan yang bisa diberikan,” kata Arifin.

Bantuan pembangunan kembali rumah warga nantinya akan dikoordinasikan dengan berbagai pihak, termasuk mempertimbangkan dukungan Baznas Bazis DKI Jakarta.

Kebakaran tersebut sebelumnya menghanguskan 15 rumah dan berdampak terhadap 35 kepala keluarga atau 95 jiwa. Sejak Kamis (20/8) malam, Pemkot Jakarta Pusat bersama sejumlah dinas terkait telah menyiapkan tenda pengungsian di SDN 05 Paseban.

Tenda ditempatkan di luar ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar dan aktivitas olahraga siswa tetap berjalan. Di tengah kehilangan yang dialami warga, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan paling mendasar tetap terpenuhi sembari proses pemulihan berjalan.

Read Entire Article
| | | |