jpnn.com, JAKARTA - Satgas Galapana DPR RI meminta percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Upaya ini menjadi perhatian utama mengingat masih adanya warga yang bertahan di tenda darurat, sementara bulan suci Ramadan semakin dekat.
Perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, menyampaikan bahwa pada prinsipnya seluruh pihak telah menunjukkan kesiapan dan komitmen.
Namun, diperlukan penyelarasan dan sinkronisasi data agar proses pembangunan Huntara dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kesiapan untuk membangun sudah ada. Yang perlu diperkuat bersama saat ini adalah kesamaan data dan kejelasan lokasi, agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar TA Khalid.
Dalam rapat koordinasi yang digelar semalam, pihak BUMN dan BP BUMN menyatakan kesiapan untuk membangun hingga 15.000 unit Huntara.
Oleh karena itu, diperlukan pemutakhiran data penerima manfaat serta penetapan lokasi pembangunan secara bersama-sama agar rencana tersebut bisa segera direalisasikan.
Satgas Galapana menekankan bahwa proses ini membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah kabupaten/kota, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), serta Pemerintah Provinsi Aceh.






















































