kaltim.jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat awal Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026.
Agenda tersebut dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar yang akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi.
“Sidang isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR, dan perwakilan Mahkamah Agung,” ujar Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad, Kamis (29/1).
Dia mengatakan ada tiga rangkaian pelaksanaan sidang Isbat, yaitu pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, dan verifikasi hasil rukyatulhilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia.
"Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat," imbuh Abu Rokhmad.
Dalam penentuan awal Ramadan, Idulfitri 1 Syawal, dan Iduladha, lanjut dia, Kemenag mengintegrasikan metode Hisab dan Rukyah.
Abu Rokhmad mengajak masyarakat menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman pemerintah terkait awal Ramadan 1447 H nanti.
Menurut dia, ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

















































