jatim.jpnn.com, PAMEKASAN - Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pamekasan melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga mendistribusikan makanan tidak layak konsumsi kepada siswa.
Ketua Satgas MBG Pamekasan Sukriyanto mengatakan evaluasi dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Ini penting kami sampaikan agar kasus menu MBG yang tidak sesuai tidak terulang lagi," kata Sukriyanto, Jumat (13/3).
Dia menjelaskan program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi bangsa. Karena itu, pelaksanaannya harus sesuai ketentuan dan tidak dilakukan secara serampangan.
"Evaluasi ini juga kami lakukan, semata-mata untuk melindungi kesehatan para siswa yang menjadi penerima manfaat program tersebut, karena program ini juga menyangkut kesehatan anak siswa di masing-masing sekolah yang ada di Pamekasan ini,” ujarnya.
Menurut dia, program tersebut juga berkaitan langsung dengan kesehatan siswa di sekolah-sekolah yang ada di Pamekasan.
Sukriyanto juga meminta pengelola dapur MBG di daerah itu bekerja sama dengan pemerintah dan memastikan menu yang didistribusikan benar-benar layak konsumsi.
“Kami berharap pengelola dapur MBG tidak lagi mendistribusikan menu yang tidak layak konsumsi,” katanya.


















































