jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya mulai memperkuat sektor medical tourism atau wisata medis sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun 2026.
Selain festival budaya dan wisata belanja, Surabaya kini mendorong layanan kesehatan sebagai daya tarik baru bagi wisatawan luar daerah, khususnya dari Indonesia Timur.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Surabaya Farah Andita Ramdhani, mengatakan wisata medis menjadi bagian dari pengembangan pariwisata kota.
“Medical tourism ini ingin menunjukkan bahwa Surabaya tidak hanya punya wisata dan kuliner, tetapi juga layanan kesehatan yang berkualitas,” ujar Farah, Sabtu (16/5).
Program tersebut dijalankan bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit yang telah memiliki sertifikasi layanan wisata medis.
Dalam rangkaian HJKS 2026, sejumlah pusat perbelanjaan juga akan menggelar medical travel fair yang menghadirkan rumah sakit, klinik, hingga layanan konsultasi kesehatan.
Ketua Panitia SSF 2026 Hendra Lienanda, menilai konsep wisata medis dapat memperluas daya tarik Surabaya sebagai destinasi wisata terpadu.
“Wisatawan diajak menikmati pengalaman wisata yang lebih lengkap, mulai dari belanja, hiburan, kuliner, hingga layanan kesehatan,” katanya.

















































