jpnn.com - Penjualan SUV listrik mungil Volvo EX30 di pasar Amerika Serikat terpaksa harus dihentikan.
Keputusan itu datang hanya dua tahun setelah model tersebut meluncur, menandai langkah penyesuaian strategi Volvo Cars di tengah dinamika industri kendaraan listrik yang kian menantang.
Meski demikian, EX30 tidak sepenuhnya “pensiun”. Model tetap akan dipasarkan di sejumlah negara lain.
Namun, di AS, tekanan dari tarif impor, biaya produksi, serta minimnya insentif federal untuk kendaraan listrik membuat keberlanjutan EX30 sulit dipertahankan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar kendaraan listrik di Negeri Paman Sam memang berkembang pesat, tetapi tidak semua model mampu bersaing.
Nama-nama besar seperti Tesla Model Y dan Tesla Model 3 masih mendominasi, menjadi pilihan utama konsumen berkat kombinasi harga, performa, dan ekosistem yang matang.
Sebaliknya, model lain yang kurang kompetitif justru menjadi beban bagi produsen.
Data penjualan menunjukkan EX30 mencatat sekitar 5.400 unit sepanjang 2025.




















































