jateng.jpnn.com, SEMARANG - Banyaknya ikan sapu-sapu diduga membuat ambrolnya tanggul Sungai Silandak, Jalan Jembawan I, RT 006 RW 001 Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Tanggul yang sekaligus jalan perkampungan ini retak dan amblas sepanjang sekitar 20 meter dengan kedalaman dua meter, dan mengancam empat rumah.
“Dugaan kami ikan sapu-sapu nggerongi (membuat lubang, red), di pondasi tanggul sampai masuk ke bawah jalan, akhirnya amblas,” kata Projo, warga setempat, Kamis (7/5).
Menurutnya, keretakan tanggul sudah terjadi cukup lama. Namun, tanggul dan jalan mulai amblas terparah terjadi mulai Selasa (5/5) siang. “Malamnya tambah parah dan amblasnya makin dalam, awalnya memang sudah retak,” kata Projo.
Dia khawatir kejadian itu berdampak pada rumahnya yang berjarak hanya 1 meter dari titik amblas. Terlebih, kondisi menjelang kemarau ini masih terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang tak menentu.
Dengan adanya guyuran hujan itu, dikhawatirkan akan memperparah amblasan karena akan tergerus.
“Sempat jebol pada 1980an, satu kampung terdampak banjir. Ini buat kami warga di sini ketar-ketir jika tidak segera ditangani," ujarnya.
Pihaknya berharap kerusakan tanggul dan amblasnya jalan segera mendapat penanganan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.



















































