jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Memasuki minggu kedua Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar apel pegawai sebagai momentum untuk mempertegas komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN). Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menegaskan bahwa tahun ini harus menjadi tahun penguatan kinerja dan percepatan pelayanan publik.
Dalam arahannya, Wabup menekankan bahwa ASN tidak boleh terjebak dalam rutinitas. Apel pagi harus dimaknai sebagai wujud kesiapan mental untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang mengharapkan pelayanan cepat, empatik, dan tulus.
Meski memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan budaya, Pemkab Gunungkidul menggarisbawahi sejumlah isu krusial yang harus diselesaikan oleh para aparatur tahun ini.
"Di antaranya penanggulangan kemiskinan, penanganan stunting, pemerataan pembangunan antarwilayah, penyediaan air bersih, penguatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas layanan publik," kata Joko Parwoto.
Dia juga menyoroti pentingnya menghilangkan ego sektoral antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurut Joko, tidak ada OPD yang bisa berdiri sendiri dalam menyelesaikan masalah yang kompleks.
"Saya tidak menuntut kesempurnaan, tetapi kesungguhan. Gunungkidul dibangun oleh mereka yang mau berjuang dengan sepenuh hati. Kami adalah satu tim, tim Gunungkidul," tegas Joko Parwoto saat memimpin apel di halaman kantor Pemkab, Senin (12/1).
Pemerintah Kabupaten mendorong transformasi budaya kerja ASN yang lebih mandiri dan berintegritas.



















.jpeg)































