jpnn.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku menerima banyak laporan terkait dugaan penyelundupan berbagai komoditas pangan.
Hal itu diungkap Mentan Amran saat mengecek ribuan karung bawang bombay ilegal yang diamankan aparat di sebuah gudang di Kota Semarang, Sabtu (10/1/2026).
"Banyak sekali (laporan masuk, red.). Setebal gini (menunjukkan isyarat jari, red.), aku belum baca semua," kata Amran Sulaiman.
Dia menyebut banyaknya laporan tersebut disampaikan masyarakat melalui layanan WhatsApp "Lapor Pak Amran", dan sebagian besar laporan merupakan dugaan penyelundupan komoditas pertanian.
Menurut Amran, laporan yang diterimanya tidak hanya soal penyelundupan bawang bombay yang baru saja diungkap, tetapi juga dari berbagai komoditas pertanian.
Beberapa komoditas selundupan sesuai laporan itu berupa beras, gula, pupuk, hingga minyak goreng.
"Penyelundupan ada, ada yang jual mesin (ilegal), jual pupuk, pupuk ilegal, macam-macam, tetapi kami tindaklanjuti. Untuk sementara ini yang banyak beras, macam-macam, bahkan minyak goreng," tuturnya.
Hal itulah yang membuat Amran heran. Contoh, ada laporan soal penyelundupan minyak goreng, sedangkan Indonesia saat ini merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia.






















































