jateng.jpnn.com, SEMARANG - Warga Kampung Tambaksari, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah mengeluhkan respons pemerintah yang dinilai belum menjawab persoalan utama setelah jembatan penghubung di wilayah mereka roboh.
Alih-alih mendapat kepastian pembangunan jembatan, warga mengaku hanya diberi semangat ketika mengadu ke pihak terkait.
Sudah hampir dua pekan, warga Kampung Tambaksari terisolasi setelah jembatan Sungai Beringin yang menjadi satu-satunya akses penghubung roboh pada Kamis (15/1) malam.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas ratusan keluarga di Kampung Tambaksari terganggu karena akses keluar-masuk wilayah terputus.
Ketua RT 009 RW 007 Kampung Tambaksari Mustagfirin menyebut ada sekitar 250 hingga 300 kepala keluarga yang terdampak langsung.
Ratusan keluarga itu terpaksa menyeberangi kali menaiki getek sederhana yang terbuat dari stirofoam, jeriken, bambu, papan kayu dan triplek.
Menurut Mustagfirin, kondisi tersebut sebenarnya sudah diketahui oleh pihak kelurahan dan kecamatan. Namun, hingga kini respons yang diterima warga masih terbatas.
“Responnya ya memberi semangat dan bantuan seperti sembako,” kata Mustagfirin ditemui di lokasi penyeberangan getek, Rabu (28/1).

















































