jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ratusan pedagang dan jagal hewan menolak relokasi atau pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke Tambak Oso Wilangun. Penolakan itu disampaikan melakui aksi demonstrasi di Kantor DPRD Surabaya, Senin (12/1). Tak hanya itu, mereka juga kompak melakukan mogok kerja masal.
Koordinator jagal dan pedagang daging sapi Surabaya Abdullah Mansyur menyatakan mogok dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan seluruh jagal yang selama ini beroperasi di RPH Pegirian.
Dia menyatakan mulai hari ini tidak ada aktivitas pemotongan sapi yang dilakukan di lokasi tersebut.
“Kami pastikan tidak ada peredaran daging sapi dari RPH Pegirian. Mogok ini dilakukan secara total,” ujarnya.
Abdullah menyebut RPH Pegirian selama ini menjadi salah satu pusat pemotongan dan distribusi daging sapi terbesar di Surabaya.
Pasokan dari lokasi ini menyebar ke berbagai pasar tradisional, rumah sakit, pusat perbelanjaan, UMKM, hingga kebutuhan konsumsi skala besar lainnya.
Dengan terhentinya aktivitas pemotongan, dia memperkirakan akan ada penurunan signifikan suplai daging sapi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu gejolak harga di tingkat pedagang hingga konsumen.
“Kalau mogok ini berlanjut, berapa ton daging tidak bisa kami suplai. Dampaknya bukan hanya Surabaya, tetapi juga daerah lain yang bergantung pada pasokan dari Pegirian,” katanya.



















































