jatim.jpnn.com, SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Confucius Institute Central China Normal University (CCNU) menegaskan arah baru kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) penutur bahasa Mandarin dalam peringatan 15 tahun kemitraan di Tiongkok, Jumat (17/4).
Pertemuan kedua institusi menyoroti transformasi Confucius Institute dari sekadar pusat bahasa menjadi ekosistem kolaborasi akademik, pertukaran budaya, hingga sertifikasi internasional.
Rektor Unesa Prof Nurhasan menilai kerja sama selama ini telah berkembang melampaui fungsi administratif dan memberi dampak nyata di lapangan.
“Program yang berjalan sudah melampaui formalitas dan memberi dampak nyata, terutama di Jawa Timur,” ujar Prof Nurhasan, Minggu (19/4)
Dia menyebut penguatan kerja sama ke depan akan diperluas tidak hanya pada pengajaran bahasa, tetapi juga bidang akademik lain yang menjadi keunggulan CCNU, termasuk penguatan kelas internasional.
Sementara itu, Wakil Rektor CCNU Wu Tong menegaskan 2026 menjadi momentum penting evaluasi dan pengembangan program kerja sama, dengan lima fokus utama mulai dari pengajaran bahasa, pertukaran budaya, hingga pelatihan guru.
Dia menjelaskan rencana pengembangan kurikulum baru, termasuk pembukaan mata kuliah bahasa Mandarin lintas disiplin serta pendirian pusat pelatihan guru di Jawa Timur berbasis di Unesa.
“Ini untuk memperkuat kompetensi bahasa sekaligus daya saing lulusan di dunia kerja,” katanya.

















































