jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan pemanfaatan data terkini terkait anak tidak sekolah merupakan langkah penting dalam mengatasi sejumlah kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan.
Menurutnya, ketersediaan data terkini merupakan langkah awal untuk mengatasi anak-anak yang terkendala mengakses layanan pendidikan.
"Data tersebut harus segera diikuti dengan aksi nyata untuk mengatasi masalah yang ada," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4).
Pusat Data Teknologi dan Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Pusdatin Kemendikdasmen) berinovasi dengan menghadirkan dasbor Anak Tidak Sekolah.
Dasbor itu mampu memetakan data akurat dan real time jumlah anak yang terkendala mengakses layanan pendidikan, mencakup kategori anak tidak sekolah (ATS), belum pernah bersekolah (BPB), drop out (DO), dan lulus tidak melanjutkan (LTM).
Berdasarkan data per 1 April 2026, jumlah anak tidak sekolah di Indonesia mencapai 3.966.858 anak.
Perinciannya, 1.913.633 anak belum pernah bersekolah, 986.755 anak putus sekolah, dan 1.066.470 anak lulus tetapi tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sekitar 76 persen anak tidak bersekolah disebabkan oleh faktor ekonomi.




















































