jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru memviralkan suatu masalah di media sosial sebelum mengonfirmasi kebenarannya secara utuh.
Imbauan itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan saat berkunjung ke Alun-Alun Kidul (Alkid) pada Sabtu malam (19/9).
Kedatangan Wawan ke Alkid kemarin malam untuk merespons polemik biaya parkir yang dikenakan kepada pengusaha food truck Bolosego.
Wawan menekankan pentingnya menjaga kekondusifan, keamanan, dan ketertiban di Kota Yogyakarta.
Menurutnya, respons yang reaktif di media sosial berisiko membentuk opini yang belum tentu akurat.
"Melihat sesuatu hal itu tidak boleh langsung diviralkan, semuanya harus dikonfirmasi supaya clear. Harapan kami semuanya enak, nyaman, dan tidak ada yang memviralkan sesuatu yang belum tentu semuanya benar," ujar Wawan seusai berbincang dengan pengelola parkir setempat.
Ia menambahkan bahwa warga Yogyakarta memegang peranan penting sebagai tuan rumah yang ramah bagi para wisatawan.
"Jogja kota pariwisata. Tentu kami harus menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. Jangan sampai wisatawan merasa terganggu karena kami sebagai tuan rumah harus selalu memberikan yang terbaik," tegasnya.



















































