jpnn.com, JAKARTA - Hujan yang mengguyur Jakarta membuat beberapa wilayah banjir. Seperti yang terjadi di wilayah Kembangan, tepatnya di RT 01, RW 05 dan RT 07 RW 01. Permukiman warga tersebut terdampak banjir dengan intensitas air yang cukup tinggi.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah segera turun tangan setelah mengetahui hal itu. Meski di hari libur dia tetap melayani masyarakat yang terdampak banjir. Bersama dengan unsur tiga pilar ia terjun ke lokasi banjir untuk mengevakuasi lansia.
"Sekarang ibu di sini, nunggu dulu ya," ujar Iin kepada seorang lansia sambil menyambut kedatangan tim yang datang untuk membantu.
Evakuasi melibatkan tim yang terdiri dari Camat, Lurah, Danramil, Satpol PP, BPBD, perwakilan eksekutif daerah, PMI, Karang Taruna, Babinsa, serta tokoh masyarakat seperti RT. Evakuasi dilakukan dengan menyusuri lokasi terdampak hingga ke area paling dalam dekat JNE Kembangan Selatan.
Ketika menyusuri wilayah, tim menemukan warga yang keluar dari rumah meminta bantuan karena ada orang tua yang perlu dievakuasi.
"Kami langsung evakuasi warga ada Ibu, anaknya, dan suaminya, tiga orang yang sudah kami bawa ke tempat yang aman," ujar Iin.
Untuk menangani kebutuhan kesehatan warga, tim telah bekerja sama dengan Pustu (Posyandu Terpadu) untuk melakukan pemeriksaan jemput bola. Di RT 7, beberapa warga dengan kondisi flu atau demam telah diperiksa, dan langkah selanjutnya akan dilakukan dengan memeriksa kondisi kesehatan warga yang mengungsi di lokasi pengungsian JNA pada malam hari.
Mengenai langkah penanganan selanjutnya, pihak berwenang menjelaskan bahwa banjir merupakan masalah multidimensi. Secara teknis, akan dilakukan perbaikan saluran air agar dapat mengalir dengan baik dari hulu ke hilir.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta telah merapalkan rencana pembangunan Waduk Polor yang akan dikelola oleh PAM Jaya.
"Waduk ini yang diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di wilayah Kembangan Selatan, khususnya di tiga RT pada RW 1 sekitar bendungan Polor. PAMJaya juga akan menangani penyediaan air bersih untuk warga terdampak, " ujarnya.
Untuk pengaduan atau permintaan bantuan kesehatan, warga dapat menggunakan aplikasi Jaki atau menghubungi nomor darurat 112 untuk layanan BPBD dan penanganan darurat. Selain itu, komunikasi juga dapat dilakukan melalui Pak RT, Pak RW, hingga ke tingkat pelurahan, kecamatan, dan kota.
















































