jpnn.com, JAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan kemaslahatan berupa pembangunan sarana dan prasarana kepada 11 pondok pesantren di Jawa Timur.
Bantuan tersebut meliputi pembangunan ruang kelas, aula, toilet, tempat wudu, tempat cuci pakaian, pagar, hingga balai ternak domba untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi pesantren.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Blitar, Jawa Timur, dan dihadiri Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, anggota Komisi VIII DPR RI Endro Hermono, serta perwakilan dari pesantren penerima manfaat.
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, pesantren memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, sekaligus penggerak ekonomi lokal melalui kegiatan kewirausahaan.
“Sehingga perbaikan sarana prasarana untuk menciptakan lingkungan pesantren yang layak dan modern sangat diperlukan untuk mendukung aktivitas para santri,” kata Fadlul dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Menurut dia, Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah pesantren terbesar kedua di Indonesia, yakni sebanyak 7.347 pesantren berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia per September 2025.
Karena itu, BPKH berkomitmen menyalurkan nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) melalui program kemaslahatan untuk membantu pesantren yang membutuhkan.
“Ini sejalan dengan fungsi DAU untuk pembangunan sarana ibadah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan,” ujar Fadlul.






















































