jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Tulungagung memperketat pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus gangguan kesehatan setelah pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut.
Anggota Satgas MBG Tulungagung Sri Wahyuni mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi dan mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur SPPG yang belum mengantongi sertifikat tersebut.
"Kami sudah melakukan rapat dan memberikan catatan. Kami mendorong percepatan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)," kata Sri, Senin (14/9).
Saat ini terdapat 132 dapur SPPG yang beroperasi untuk melayani distribusi MBG di Tulungagung.
Dari jumlah tersebut, 120 dapur telah mengantongi SLHS. Sementara empat dapur masih dalam proses pengurusan dan delapan dapur lainnya belum mengajukan SLHS.
Selain mendorong kelengkapan sertifikasi, Satgas MBG Tulungagung akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap dapur SPPG.
Pengawasan dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) sesuai arahan Plt Bupati Tulungagung.



















































