jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten Situbondo mencatat sebanyak 6.328 rumah warga terdampak banjir bandang akibat luapan air sungai yang terjadi pada Rabu (21/1) lalu.
Ribuan rumah tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Kendit, Bungatan, Mlandingan, Besuki, dan Banyuglugur.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengatakan banjir bandang terparah terjadi di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, dengan tingkat kerusakan rumah yang sangat berat.
"Banjir bandang terparah ini di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, dan teman-teman melihat langsung kerusakan rumah sangat parah,” ujar Ulfiyah saat meninjau lokasi terdampak, Kamis (22/1).
Selain itu, jumlah rumah terdampak terbanyak juga berada di Desa Pesisir, Desa Besuki, dan Desa Kalimas di Kecamatan Besuki, dengan ketinggian genangan air mencapai sekitar satu meter.
Pasca-bencana, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan darurat. Dinas PUPP dan BPBD fokus pada mitigasi dan penanganan penyebab banjir.
"Tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan dan puskesmas menangani kesehatan masyarakat terdampak banjir, dan pada intinya pemerintah daerah akan bekerja cepat dalam penanganan bencana banjir," katanya.
Berdasarkan data BPBD Situbondo, sebaran rumah terdampak banjir bandang sebagai berikut:


















































