jabar.jpnn.com, KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, telah menyalurkan sebanyak 5.797.500 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan sepanjang musim kemarau 2026.
Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mencegah terjadinya krisis air bersih.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan distribusi air bersih masih terus dilakukan selama masyarakat membutuhkan bantuan.
“Bantuan masih terus dilakukan sepanjang dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan,” kata Muchlis di Cikarang, Kamis.
Menurut dia, hingga saat ini distribusi air bersih telah menjangkau 35 desa yang tersebar di 11 kecamatan. Jumlah titik penyaluran juga terus bertambah dan kini mencapai 192 lokasi.
Total bantuan tersebut telah disalurkan kepada 65.659 jiwa atau 21.333 kepala keluarga yang terdampak kekeringan.
Wilayah yang menerima bantuan meliputi Kecamatan Sukawangi, Babelan, Sukakarya, Pebayuran, Tambun Selatan, Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Serang Baru, Cibarusah, Bojongmangu, dan Setu.
Kekeringan Terparah Terjadi di Wilayah Selatan Bekasi



















































