jateng.jpnn.com, BLORA - Dua anggota Kepolisian Sektor Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi korban pengeroyokan saat mengamankan kegiatan karnaval dalam rangka HUT Ke-81 Republik Indonesia di Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen.
Kedua anggota tersebut masing-masing berinisial Aipda MS dan Aiptu SP. Keduanya terluka ketika berupaya melerai perkelahian antarwarga yang terjadi di tengah kegiatan karnaval.
Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan insiden tersebut terjadi di perempatan Dukuh Randualas, Desa Rowobungkul, Sabtu (22/8) sekitar pukul 16.30 WIB.
"Anggota tersebut berinisial Aipda MS dan Aiptu SP," kata Zaenul di Blora, Minggu (23/8).
Menurut dia, kericuhan bermula dari saling ejek yang kemudian berkembang menjadi perselisihan antara warga Dukuh Tembang dan Dukuh Randualas.
Perselisihan tersebut kemudian berujung perkelahian. Petugas kepolisian yang berada di lokasi langsung berupaya melerai warga untuk mencegah kericuhan makin meluas.
Namun, upaya tersebut justru membuat dua anggota polisi menjadi sasaran.
"Anggota melerai, malah didorong sampai jatuh, sempat dipukul dan terluka," ujar Zaenul.



















































