jateng.jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI di Kota Semarang pada 11–20 September 2026 mendatang.
Kesiapan tersebut meliputi tempat, layanan kafilah, transportasi, kesehatan, maupun kebutuhan lainnya yang diarahkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kafilah.
Dari 12 tempat musabaqah tersebut, masih terdapat lima lokasi, yang dalam proses penyelesaian. Termasuk di dalamnya terdapat tempat utama di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Kota Semarang.
“Kami secara berkelanjutan melakukan pemantauan di Lapangan Simpang Lima Semarang yang akan menjadi venue (tempat, red) utama,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jateng Iwanuddin Iskandar, Rabu (2/9).
Iwanuddin mengatakan kesiapan tempat menjadi salah satu bagian yang terus mendapat perhatian karena pelaksanaan musabaqah akan berlangsung di sejumlah lokasi selama sembilan hari itu.
Selain lokasi utama di Simpang Lima, juga di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Auditorium Kanwil Kemenag Jateng, serta sejumlah gedung di lingkungan Universitas Diponegoro (Undip).
Nantinya, peserta dari 38 provinsi yang diperkirakan sekitar 2.833 kafilah dan ofisial akan datang ke Kota Semarang.
“Mereka dimungkinkan datang beserta pendamping dan rombongan lainnya, sehingga jumlah yang terlibat dalam rangkaian MTQN diperkirakan mencapai 7.000 orang,” ujarnya.


















































