jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Perkembangan teknologi produksi pakaian membuka peluang baru bagi pelaku usaha apparel di Jawa Barat.
Salah satu tren yang kini semakin banyak diminati adalah custom printing dan print on demand.
Fenomena tersebut menjadi salah satu perhatian dalam gelaran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2026 di Bandung Convention Centre.
Pameran yang berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026) itu menjadi ruang bagi pelaku industri untuk melihat perkembangan teknologi sekaligus membaca peluang bisnis apparel di tengah berbagai tantangan yang masih membayangi industri tekstil.
Project Manager Moremedia Indonesia Brian W. Arsaha mengatakan, permintaan untuk produk apparel dengan konsep custom dan produksi dalam jumlah terbatas saat ini cukup tinggi.
Menurutnya, tren tersebut terlihat dari kebutuhan komunitas maupun penyelenggara berbagai kegiatan yang kerap menggunakan pakaian khusus untuk setiap acara.
"Permintaannya adalah permintaan berbasis print on demand, custom printing. Itu yang sekarang baru tren," kata Brian dalam sesi konferensi pers di Bandung Convention Centre, Kota Bandung, Rabu (2/9/2026).
Dia mencontohkan penggunaan jersey dalam komunitas olahraga dan kegiatan lari. Pakaian yang digunakan tidak lagi selalu diproduksi dalam jumlah besar, tetapi menyesuaikan kebutuhan setiap kegiatan.


















































