jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah tuduhan adanya penipuan terkait pengalihan pengiriman (transshipment scam) oleh Amerika Serikat (AS).
Hal ini dikatakan Airlangga setelah adanya laporan “The Great Transshipment Scam” yang diterbitkan Gedung Putih.
“Kami katakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/8).
Airlangga mengaku laporan The Great Transshipment Scam merupakan studi yang berdasarkan anggapan atau asumsi.
"Jadi apa yang terjadi sebetulnya tidak seperti apa yang mereka asumsikan,” imbuhnya.
Adapun AS laporan “The Great Transshipment Scam” menuding sejumlah negara termasuk Indonesia membantu China untuk menghindari tarif.
Laporan tersebut menyatakan bahwa terjadi kegiatan transshipment atau pengalihan pengiriman terutama terjadi di negara-negara yang memiliki pelabuhan utama.
Dokumen berjumlah 24 halaman tersebut menuding para eksportir China memanfaatkan praktik pengemasan ulang, dan klaim palsu mengenai negara asal barang melalui Indonesia, serta puluhan negara lainnya demi mendapatkan tarif yang lebih rendah.






















































