jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperingatkan potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.
Hal tersebut menyusul meningkatnya tensi geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, terkait konflik AS-Israel dan Iran.
Eskalasi konflik di wilayah tersebut diprediksi akan memberikan tekanan pada stabilitas ekonomi nasional melalui beberapa sektor strategis, terutama pada komoditas energi dunia.
Airlangga menjelaskan harga energi domestik memiliki kecenderungan untuk bergerak sejalan dengan dinamika konflik internasional.
"Otomatis akan naik sama seperti saat perang Ukraine kan naik," kata Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Kendati demikian, Menko Perekonomian mencatatkan adanya faktor global yang dapat menjadi penyeimbang dalam fluktuasi harga minyak mentah di pasar internasional saat ini.
Dia menyebutkan pasokan dari negara produsen lain diprediksi akan bertambah untuk menutupi celah pasar.
"Tetapi, kan, kali ini supply dari Amerika juga akan meningkat dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya," ujarnya.




















































