Lawan Ancaman Digital, Komdigi Sosialisasikan 'Seni Menunda Layar' dan PP Tunas

3 hours ago 13

Lawan Ancaman Digital, Komdigi Sosialisasikan 'Seni Menunda Layar' dan PP Tunas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui kegiatan di Pondok Pesantren Rubath Nurul Musthofa, Cilodong, menegaskan urgensi penerapan seni menunda layar serta implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas). Foto: dok Komdigi

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah memperkuat langkah perlindungan di ruang digital seiring lonjakan penggunaan internet di kalangan anak dan remaja.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui kegiatan di Pondok Pesantren Rubath Nurul Musthofa, Cilodong, menegaskan urgensi penerapan seni menunda layar serta implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas).

Komdigi mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia telah menembus lebih dari 230 juta orang pada 2026, menandakan hampir seluruh populasi telah terhubung ke ruang digital.
Direktur Komunikasi Publik Komdigi, Nunik Purwanti mengatakan di balik tingginya penetrasi tersebut, kualitas penggunaan masih menjadi tantangan, termasuk kecepatan internet yang belum merata. 

Generasi Z tetap menjadi kelompok dominan dalam ekosistem ini, sementara Komdigi mencatat tingkat adiksi gim pada pelajar SMA berada di kisaran 30–33 persen. 

“Kondisi ini menempatkan anak sebagai kelompok paling aktif sekaligus paling rentan terhadap paparan negatif di ruang digital,” jelas Nunik dalam keterangannya Minggu (26/4).

Nunik menegaskan PP Tunas merupakan langkah strategis negara dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak, tetapi tetap membutuhkan peran keluarga sebagai garda terdepan. 

“Negara tidak bisa mengawasi penggunaan gawai anak setiap saat. Perlindungan utama tetap ada pada orang tua melalui komunikasi, pendampingan dan kasih sayang,” tegasnya.

Tenaga Ahli Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Latief Siregar menambahkan regulasi ini tidak menyasar anak secara langsung, melainkan mendorong tanggung jawab platform digital.

Generasi Z tetap menjadi kelompok dominan dalam ekosistem ini, sementara Komdigi mencatat tingkat adiksi gim pada pelajar SMA berada di kisaran 30–33 persen.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |