Aksi Demo Ricuh, Tembakan Pistol dan Gas Air Mata di Slipi

3 hours ago 26

Aksi Demo Ricuh, Tembakan Pistol dan Gas Air Mata di Slipi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Aksi unjuk rasa yang menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset di depan Gedung DPR RI, Jakarta, berujung pada bentrokan pada Kamis (27/8) malam. Foto: Kenny

jpnn.com, JAKARTA - Aksi unjuk rasa yang menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset di depan Gedung DPR RI, Jakarta, berujung pada bentrokan pada Kamis (27/8) malam. Insiden ini terjadi antara massa demonstran dengan sekelompok orang yang membawa bambu dan berikat kepala putih di kawasan flyover Slipi, Jakarta.

Pantauan di lokasi aksi menunjukkan bentrokan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Kelompok yang membawa bambu tersebut tampak berupaya memukul mundur massa yang terkonsentrasi di flyover Slipi ke arah Palmerah dan Petamburan. Aksi saling lempar terjadi antara kedua kelompok tersebut.

Situasi sempat mencekam ketika salah seorang dari kelompok yang ingin membubarkan pendemo menembakkan pistol ke arah massa aksi. Suara tembakan itu sontak membuat kerumunan massa berhamburan mencari perlindungan.

Di tengah kericuhan, petugas kepolisian yang masih berjaga di sekitar lokasi terus berupaya melakukan barikade dan menembakkan gas air mata ke arah pendemo untuk mengendalikan situasi.

Pantauan arus lalu lintas menunjukkan ruas jalan Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota ditutup total imbas dari bentrokan yang terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai jumlah korban maupun pihak yang diamankan dalam insiden tersebut. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan tersebut guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. (kkp/jpnn)


Bentrokan antara demonstran dan kelompok berbambu di flyover Slipi disertai tembakan pistol dan gas air mata.


Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Kenny Kurnia Putra

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |