jpnn.com - SURABAYA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri harus berlangsung secara prosedural, aman, dan terlindungi,
Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu yang juga Wakil Ketua III Satuan Tugas Percepatan SMK Go Global Abdul Haris, dalam Pengecekan Pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Balai Diklat Industri Surabaya, Kamis (27/8).
Untuk pelaksanaan program SMK Go Global Tahap 1, diikuti 14.523 pendaftar.
"Setelah dilakukan seleksi administrasi, tes tertulis dan wawancara sebanyak 3.340 peserta dinyatakan lulus," ujar Haris.
Selanjutnya menggunakan pendekatan berbasis kebutuhan pasar atau demand-driven dilakukan pelatihan upskilling bagi calon pekerja migran yang telah memiliki dasar kompetensi tersebut yang tersebar pada 167 kelas di 20 wilayah kerja Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).
Untuk BP3MI Jawa Timur, pelatihan SMK Go Global Tahap 1 dilaksanakan di Balai Diklat Industri Surabaya dan Politeknik Kesehatan Malang.
"Pelatihan CPMI di Balai Diklat Industri Surabaya berfokus pada bidang operator produksi untuk memenuhi job order dari Taiwan dan Malaysia. Pelatihan tersebut diikuti oleh 100 peserta," katanya.
Haris berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memberi pengalaman kerja di luar negeri.






















































