jpnn.com, SEMARANG - Bea Cukai terus memperkuat sinergi dengan berbagai aparat penegak hukum (APH) dan otoritas kepabeanan internasional guna meningkatkan efektivitas pengawasan, penegakan hukum, serta perlindungan masyarakat dan penerimaan negara.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan kerja sama pengawasan lintas batas dengan otoritas penegak hukum Kanada.
Langkah sinergis tersebut dilakukan Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta melalui kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah pada Selasa (28/7).
Kunjungan yang dipimpin Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY Agus Yulianto tersebut diterima langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Teguh Subroto, didampingi Wakajati Erich Folanda, serta Asisten Tindak Pidana Khusus Ade Hermawan.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara Bea Cukai dan Kejaksaan sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum.
Kedua instansi membahas penguatan kolaborasi dalam penanganan perkara kepabeanan dan cukai, pengamanan penerimaan negara, serta berbagai tantangan penegakan hukum di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.
Sebagai instansi yang menjalankan fungsi community protector, industrial assistance, trade facilitator, dan revenue collector, Bea Cukai memiliki peran strategis dalam mengawasi lalu lintas barang, melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal dan berbahaya, memfasilitasi perdagangan serta industri, dan mengamankan penerimaan negara.
Dalam pelaksanaan tugas tersebut, sinergi dengan APH menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan penegakan hukum berjalan efektif, profesional, dan berkeadilan.






















































