jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta ingin mentransformasi moda transportasi tradisional di kawasan wisata ikonik Malioboro.
Secara bertahap, Pemkot Yogyakarta menargetkan kawasan tersebut bebas dari operasional becak motor (betor) dan menggantinya dengan becak listrik yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Imanudin Aziz mengatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk menciptakan kawasan Malioboro yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi wisatawan maupun warga lokal.
Imanudin memaparkan beberapa alasan mendasar di balik penggantian armada tersebut.
Pertama, aspek lingkungan. Becak motor dinilai tidak ramah lingkungan dibandingkan dengan becak listrik yang lebih bersih dan minim polusi suara.
Kedua, banyak becak motor yang beroperasi saat ini tidak memenuhi syarat kualifikasi kendaraan, tidak laik jalan, dan secara perizinan tidak memenuhi standar regulasi lalu lintas.
Ketiga, penggunaan becak listrik dianggap sebagai langkah yang lebih manusiawi dan menjamin keselamatan penumpang maupun pengemudi di kawasan pusat kota yang padat.
Sebagai langkah awal, Pemkot Yogyakarta telah menyiapkan 50 unit becak listrik yang merupakan bantuan dari PT KAI. Prioritas utama penggantian ini difokuskan di kawasan Malioboro.



















































