jpnn.com - Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Zionisme (ANAZ) dan Komite Solidaritas Palestina dan Yaman (KOSPY) geruduk Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), di Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (9/3/2026).
Aksi itu merupakan respons atas eskalasi kejahatan perang global yang dilakukan oleh aliansi Amerika-Zionis, termasuk gugurnya pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, serta bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace (BoP).
"Lokasi di depan Kedubes AS dipilih sebagai simbol protes langsung terhadap pusat kendali hegemoni yang bertanggung jawab atas instabilitas di Timur Tengah dan infiltrasi politik di Indonesia," kata Humas Kospy Zaid Ali.
Dalam aksi itu, ANAZ dan Kospy menyampaikan 7 poin pernyataan sikap:
1. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran. Syahadah beliau bukanlah sebuah kekalahan, melainkan sebuah proklamasi kemenangan moral di hadapan sejarah. Darah yang tumpah adalah tinta yang menuliskan babak baru perlawanan terhadap penindasan global.
2. Agresi brutal yang dilancarkan oleh Amerika-Zionis bukan sekadar pelanggaran kedaulatan wilayah, melainkan "Extrajudicial Killing" yang biadab dan penghinaan terhadap peradaban manusia.
"Ini adalah bentuk terorisme negara (State Terrorism) yang paling telanjang, sebuah kejahatan kemanusiaan yang melampaui batas diplomasi dan tidak akan pernah mendapatkan pemaafan dari nurani dunia," ujar Zaid Ali.
3. Dunia tidak boleh bungkam melihat arogansi kekuasaan yang merasa berhak mencabut nyawa pemimpin sebuah bangsa yang berdaulat.





















































