bali.jpnn.com, BULELENG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng terus memacu pembangunan infrastruktur strategis sepanjang 2026.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, langkah pemetaan skala prioritas dan inovasi teknologi menjadi kunci utama agar dampak pembangunan tetap dirasakan merata oleh masyarakat.
Tahun ini, Dinas PUPR Buleleng mengalokasikan anggaran sekitar Rp63 miliar khusus untuk penanganan jalan dan jembatan.
Salah satu fokus utama adalah perbaikan lanjutan pada bagian bawah ruas jalan wilayah Lemukih di sekitar kawasan Menara Turyapada yang kondisinya cukup memprihatinkan.
Selain jalan, dua jembatan vital yang menjadi prioritas perbaikan tahun ini adalah Jembatan Banyuasri dan Jembatan Tejakula.
Proyek infrastruktur jembatan ini demi menjaga konektivitas dan kelancaran aktivitas ekonomi warga.
Di sektor sumber daya air, rehabilitasi 35 ruas jaringan irigasi yang tersebar di berbagai wilayah Buleleng ikut digenjot untuk mengamankan produktivitas sektor pertanian.
"Irigasi sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan.

















































