jpnn.com, JAKARTA - Budaya Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, dinilai bisa menjadi kekuatan strategis masyarakat adat, bukan sekadar warisan yang dipertahankan atau festival tahunan.
Peneliti Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) Annas Fitrah Akbar mengatakan pengembangan budaya Wanam perlu disusun melalui perencanaan yang jelas agar berbagai gagasan masyarakat dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Annas dalam Dialog Masyarakat di Kampung Wanam, Selasa (26/8).
“Gagasan masyarakat ini luar biasa. Harus buat perencanaan bersama, mana yang didahulukan dan mana yang dilakukan bertahap,” kata Annas.
Menurut dia, dokumentasi sejarah dan kebudayaan menjadi langkah awal yang penting. Data tersebut dapat mencakup sejarah kampung, asal-usul marga, silsilah, wilayah ulayat, bahasa, kesenian, kerajinan, cerita leluhur hingga pengetahuan tradisional.
"Perkuat dokumentasinya dulu. Kuatkan kebudayaannya,” ujarnya.
Annas menilai dokumentasi adat juga memiliki fungsi strategis dalam memperkuat posisi masyarakat ketika menyampaikan aspirasi kepada pemerintah maupun pemangku kepentingan.
Aspirasi warga, kata dia, perlu dihimpun dan diterjemahkan menjadi dokumen prioritas serta rencana aksi sehingga tidak berhenti sebagai hasil musyawarah.






















































