jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI kini mulai memperketat penggunaan sumber daya energi pada operasional alutsista dan mobilitas dinas.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan langkah antisipasi sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya langkah proaktif dan efisiensi nasional.
"Langkah-langkah yang disiapkan mencakup pengaturan penggunaan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas, termasuk dalam operasional alutsista dan mobilitas dinas," kata Rico dalam siaran pers resminya yang diterima di Jakarta, Senin.
Beberapa kebijakan efisiensi bahan bakar antara lain penyesuaian hari kerja dari lima hari menjadi empat hari pada fungsi-fungsi tertentu, pengaturan penggunaan alutsista berdasarkan indeks prioritas dan kebutuhan operasi, pembatasan penggunaan kendaraan dinas dan angkutan jemputan pegawai dengan tetap memperhatikan efektivitas pelaksanaan tugas.
Rico menegaskan langkah efisiensi ini merupakan wujud kesiapsiagaan dan disiplin dalam pengelolaan sumber daya strategis, bukan karena kondisi darurat.
Dia juga memastikan bahwa bahwa cadangan energi nasional saat ini tetap dalam kondisi aman.
"Melalui langkah ini, Kemhan dan TNI mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama memperkuat ketahanan nasional dengan mengedepankan efisiensi, tanggung jawab, dan semangat bela negara," terang Rico.(antara/jpnn)



















































