jpnn.com, JAKARTA - Kinerja APBN hingga akhir Januari 2026 tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
Realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp 172,7 triliun atau 5,5 persen dari target APBN dan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, belanja negara tercatat di angka Rp 227,3 triliun, defisit Rp 54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap PDB.
Sejalan dengan itu, Bea Cukai juga memperkuat pengawasan dengan melakukan 1.243 penindakan rokok ilegal dan 95 penindakan narkotika, dengan barang bukti mencapai 249 juta batang rokok ilegal serta 0,21 ton narkotika sebagai upaya melindungi masyarakat sekaligus mengamankan penerimaan negara.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo menyampaikan APBN memiliki peran penting sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
“APBN menjadi instrumen utama pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, serta membiayai berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Budi Prasetiyo dalam keterangannya, Senin (9/3).
Di tengah tantangan global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan.
Berbagai indikator ekonomi masih bergerak positif, seperti inflasi yang tetap terkendali, surplus perdagangan yang berlanjut, serta arus modal asing yang masih masuk ke pasar domestik.




















































