ASDP Pastikan Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Aman di Tengah Aktivitas Gunung Anak Krakatau

10 hours ago 23
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) merupakan perusahaan pelayaran penyeberangan terbesar di dunia setelah berhasil mengoperasikan 225 unit kapal laik laut yang melayani lebih dari 290 rute penyeberangan di seluruh Tanah Air. Foto: ASDP

KabarJakarta.comPT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni tetap berjalan normal di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Perusahaan menempatkan keselamatan pelayaran dan pengguna jasa sebagai prioritas utama dengan memperkuat pemantauan kondisi perairan serta kesiapan armada dan petugas.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menjelaskan, perusahaan terus mengoptimalkan layanan penyeberangan dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional.

“Kami optimalkan layanan penyeberangan, sekaligus memastikan aspek keselamatan dan keamanan pengguna jasa. Serta pelayaran tetap menjadi prioritas, menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap layanan transportasi,” kata Heru di Jakarta, Minggu (6/9).

Menurut dia, hingga Minggu (6/9), operasional penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni masih berlangsung normal. Meski demikian, ASDP tidak mengabaikan potensi perubahan kondisi akibat aktivitas gunung api maupun faktor cuaca.

ASDP memperkuat pemantauan terhadap kondisi cuaca dan lingkungan perairan. Kesiapan kapal dan petugas di lapangan juga terus diperiksa agar pelayanan dapat berjalan dengan aman.

“Keselamatan pengguna jasa dan pelayaran adalah prioritas utama kami. Dalam situasi pascaaktivitas GAK,” papar Heru.

Untuk memastikan setiap keputusan operasional sesuai dengan kondisi terbaru, ASDP juga berkoordinasi dengan regulator, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi terkini mengenai cuaca, kondisi perairan, serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah operasional di lapangan.

Dari sisi kesiapan armada, sebanyak 32 kapal disiapkan di sisi Merak untuk melayani pengguna jasa. Sementara itu, dari sisi Bakauheni terdapat 28 kapal yang beroperasi.

Aktivitas penyeberangan tetap terlihat dari jumlah penumpang dan kendaraan yang menggunakan layanan ASDP. Di Cabang Merak, pada Jumat (4/9) tercatat 32.280 penumpang dan 8.629 kendaraan.

Jumlah tersebut berubah pada Sabtu (5/9), dengan 28.826 penumpang dan 8.075 kendaraan. Jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya, volume kendaraan mengalami penurunan sekitar 6,42 persen.

Meski terjadi penurunan jumlah kendaraan, ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap dapat berlangsung sesuai kondisi operasional dan kebutuhan pengguna jasa.

Sementara itu, data dari Cabang Bakauheni menunjukkan jumlah penumpang pada Jumat mencapai 1.361 orang dengan 7.371 kendaraan. Pada Sabtu, jumlah penumpang tercatat 1.365 orang, sedangkan kendaraan sebanyak 6.736 unit.

Selain memastikan kesiapan armada, ASDP mengambil langkah pencegahan bagi petugas dan pengguna jasa. Pada Minggu (6/9) siang, perusahaan membagikan masker kepada kru KMP Jatra III serta penumpang yang turun maupun naik melalui kapal tersebut.

Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap kemungkinan paparan debu atau abu vulkanik di sekitar wilayah operasional. Pengguna jasa juga diimbau menggunakan masker apabila kondisi lingkungan memungkinkan terjadinya paparan abu.

ASDP meminta masyarakat yang akan menggunakan jasa penyeberangan Merak-Bakauheni mempersiapkan perjalanan dengan baik. Penumpang juga diminta memantau informasi resmi mengenai kondisi cuaca dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum berangkat.

Masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial, tetapi mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. Jika terjadi perubahan kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan, pengguna jasa diharapkan mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan perjalanan.

Heru juga mengajak masyarakat bersama-sama mengutamakan keselamatan selama menggunakan layanan penyeberangan. Tiket dan perjalanan perlu dipersiapkan sejak awal, sementara perkembangan informasi harus terus dipantau sebelum keberangkatan.

“Di tengah dinamika kondisi yang ada, kami akan hadir terus untuk memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan memberi rasa nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” kata Heru.

Dengan langkah pemantauan dan koordinasi yang terus dilakukan, ASDP berupaya menjaga agar konektivitas antara Pulau Jawa dan Sumatera melalui lintasan Merak-Bakauheni tetap berjalan, tanpa mengesampingkan faktor keselamatan sebagai pertimbangan utama.

Read Entire Article
| | | |