bali.jpnn.com, GIANYAR - Tensi panas langsung terasa menjelang laga pekan ke-33 Super League 2025-2026 antara Bali United versus Bhayangkara FC (BFC) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (17/5) besok.
Pelatih Bali United Johnny Jansen secara terbuka melayangkan warning kepada korps baju hitam yang akan memimpin jalannya pertandingan agar bertindak adil dan objektif.
Bukan tanpa alasan mantan juru taktik PEC Zwolle itu menaruh perhatian pada wasit.
Johnny Jansen mengaku timnya masih dibayangi memori pahit pada pertemuan putaran pertama, 7 November 2026 lalu, di mana keputusan kontroversial wasit dinilai merugikan Bali United.
Bali United bermain pincang setelah gelandang asing Tim Receveur diusir secara paksa dari lapangan hijau akibat kartu merah yang dinilai kontroversial.
Tak ingin drama serupa terulang di hadapan publik sendiri, Johnny Jansen Jansen berharap pengadil lapangan besok bisa bersikap netral demi jalannya laga yang bersih.
Pelatih asal Belanda ini menuntut laga yang mengalir, minim drama, dan bersih dari keputusan kontroversial.
"Memang saat laga tandang ke markas Bhayangkara lalu, ada momen yang sangat tidak baik terkait kepemimpinan wasit.

















































