jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan dan penyaluran beasiswa Pemuda Tangguh. Langkah ini diambil setelah adanya temuan banyak anak pejabat BUMN dan kalangan mampu yang lolos beasiswa tersebut.
Eri mengatakan beasiswa Pemuda Tangguh harusnya diperuntukkan bagi anak keluarga tidak mampu. Namun, temuan di lapangan, justru dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggungjawab.
Kondisi ini diduga terjadi akibat lemahnya proses verifikasi hingga adanya pemalsuan data dalam tahapan administrasi. Dia meminta seluruh pejabat Pemkot Surabaya yang terlibat dalam proses pengajuan dan validasi beasiswa diperiksa tanpa terkecuali.
“Saya minta ini, saya suruh periksa. Semuanya, mulai pejabatnya yang memasukkan data, periksa semua. Berarti artinya ini ada pemalsuan data di situ,” ungkap Eri, Jumat (23/1).
Salah satu modus yang ditemukan, lanjut Eri, adalah mahasiswa dari keluarga mampu sengaja memanipulasi data penghasilan orang tua.
Data tersebut digunakan untuk masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur mandiri, kemudian biaya kuliah dibebankan kepada Beasiswa Pemuda Tangguh.
Selain itu, Eri juga menemukan adanya pihak yang meloloskan penerima beasiswa meski tidak memenuhi kriteria. Padahal, beasiswa tersebut hanya diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi non-jalur mandiri.
“Memang beasiswa itu adalah prestasi tapi prestasinya kan harus dilihat. Bukan prestasi yang melalui jalur mandiri yang nilainya tinggi,” katanya.



















































