jateng.jpnn.com, KABUPATEN PEKALONGAN - Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan Petungkriyono memicu rentetan longsor susulan di Bukit Gunung Beser, Desa Yosorejo, Kabupaten Pekalongan. Dalam dua hari terakhir, tercatat sudah 30 kali longsor susulan terjadi di lokasi tersebut.
Camat Petungkriyono Hadi Surono mengatakan longsor terjadi berulang sejak Kamis (22/1) hingga Jumat (23/1) akibat tingginya intensitas curah hujan.
“Longsor susulan terjadi beberapa kali dalam sehari. Material longsor sudah menutup jalan utama sehingga kami portal dan tutup total demi keselamatan warga,” ujarnya, Jumat (23/1).
Material tanah dan batu dari puncak bukit bergerak ke arah selatan, melebar ke barat, lalu menumpuk di lembah. Kondisi tebing di atas jalur jalan disebut masih labil, sementara hujan di wilayah pegunungan belum menunjukkan tanda mereda.
Menurut Hadi, situasi ini sangat berbahaya bagi warga yang melintas di sekitar lokasi. Pemerintah kecamatan pun mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak memaksakan diri melewati jalur tersebut.
“Oleh karena itu, kami mengimbau tidak melintasi di jalur itu karena sangat rawan. Risiko longsor susulan masih cukup tinggi,” katanya.
Sementara itu, Komandan Koramil Petungkriyono Kapten Suswantoro menyebut TNI bersama Polsek setempat terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas instansi. Aparat juga aktif mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan.
Sebagai langkah antisipasi, dua keluarga yang tinggal di zona rawan sudah dievakuasi sementara ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah juga disiagakan untuk menurunkan alat berat guna membersihkan material longsor saat kondisi memungkinkan.



















































