jpnn.com, MOJOKERTO - Peningkatan produksi dan penguatan ekonomi petani kecil merupakan dua pilar penyokong ketahanan pangan nasional. Berangkat dari pemahaman tersebut, Bayer Indonesia menerima kunjungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) untuk menjajaki potensi kolaborasi strategis program Better Life Farming (BLF) dan Perintis Berdaya demi mendukung pemberdayaan ekonomi petani.
Upaya ini dimulai dengan melakukan kunjungan dan dialog multipihak di Better Life Farming Center (BLFC) Mojokerto, Jawa Timur.
Penjajakan potensi kemitraan berskala nasional ini bertujuan mempertemukan keahlian teknologi pertanian inovatif, akses permodalan formal, dan akses pasar dari ekosistem BLF dengan fungsi koordinasi makro serta inkubasi kewirausahaan sosial yang sejalan dengan apa yang dilakukan Kemenko PM dalam program Perintis Berdaya.
Nantinya melalui program ini, infrastruktur BLFC yang bertindak sebagai kios cerdas pertanian di tingkat desa akan dioptimalkan bersama jaringan Perintis Berdaya untuk menciptakan tata kelola ekonomi pertanian yang menguntungkan.
Sejak diluncurkan oleh Bayer di Indonesia pada tahun 2020, BLF telah berhasil membentuk 590 BLFC yang tersebar di 13 provinsi - di mana 20 persen di antaranya dikelola oleh perempuan. Kehadiran BLF terbukti memberikan dampak positif yang signifikan: pendapatan kios pertanian BLFC meningkat sekitar 34 persen, sementara produktivitas petani BLFC meningkat antara 15 hingga 25 persen.
Bayer bersama para mitra membangun sistem pertanian closed-loop yang menghubungkan teknologi pertanian, pendampingan agronomi dan kewirausahaan, akses pembiayaan dan asuransi pertanian, hingga kepastian akses pasar, sehingga petani tidak terputus di salah satu mata rantai usaha tani.
Sebagai inisiatif keberlanjutan jangka panjang Bayer, BLF diposisikan untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan secara sistemik, dengan memastikan bahwa peningkatan produktivitas berjalan selaras dengan stabilitas pendapatan dan keberlanjutan usaha tani. Pendekatan ini mendorong petani lahan kecil tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang memiliki daya tawar dan ketahanan ekonomi dalam rantai nilai pertanian.
Upaya ini selaras dengan Perintis Berdaya, program unggulan Kemenko PM berfokus pada orkestrasi kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam sektor pertanian, Perintis Berdaya membuka ruang sinergi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, dan pelaku rantai pasok untuk memperkuat akses usaha, pembiayaan, dan pasar bagi petani kecil.


















































