jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah diminta memperbanyak program pasar murah untuk menekan kenaikan harga bahan pangan menjelang Idulfitri.
Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv menilai ketersediaan pangan nasional pada sembilan komoditas strategis, masih dalam kondisi aman hingga periode setelah Lebaran.
Namun, dia mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
“Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional sampai Minggu (15/3) pagi, harga daging sapi kualitas I di tingkat pedagang eceran nasional melebihi HAP dan mencapai Rp 146.600 per kilogram,” kata Rajiv dikutip Senin (16/7).
Dia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, harga acuan penjualan (HAP) daging sapi segar atau chilled di tingkat konsumen ditetapkan Rp 130.000 per kilogram untuk paha depan ,dan Rp 140.000 per kilogram untuk paha belakang.
Menurut Rajiv, harga yang melampaui batas acuan tersebut perlu segera direspons karena dapat mengindikasikan adanya peningkatan permintaan, kendala distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang terlalu tinggi.
“Lonjakan harga daging yang melewati acuan Rp 130.000–Rp 140.000 per kilogram tersebut harus dibaca sebagai sinyal adanya kenaikan demand (permintaan) persoalan distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang berlebihan,” ujarnya.
Dia menilai pemerintah tidak boleh menganggap kenaikan harga tersebut sebagai kondisi yang wajar.



















































