jpnn.com, RIYADH - Serangan drone militer Republik Islam Iran ke kantor Kedutaan Amerika Serikat di Riyadh telah memicu kemarahan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Melalui keteranan tertulis yang dirilis Kementerian Luar Negeri, Selasa (3/2), kerajaan Islam itu mengutuk serangan yang terjadi di tengah terus memanasnya konflik terbuka Iran dengan Israel.
"Kerajaan Arab Saudi mengecam dan mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan terang-terangan Iran yang menargetkan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh," tulis pemerintah Saudi.
Pemerintah Saudi mengingatkan bahwa pihaknya telah menyatakan tidak pernah mengizinkan wilayah udara atau wilayahnya digunakan untuk menargetkan Iran.
Namun, Iran seolah mengabaikan pernyataan tersebut dan justru berulang kali melancarkan serangan ke wilayah Saudi.
"Kerajaan menegaskan bahwa serangan pengecut dan tidak beralasan ini secara terang-terangan melanggar semua norma dan hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa 1949 dan Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik, yang memberikan kekebalan kepada gedung dan personel diplomatik, bahkan dalam situasi konflik bersenjata," lanjut keterangan tersebut.
"Kerajaan menegaskan kembali hak penuhnya untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna melindungi keamanan, integritas wilayah, warga negara, penduduk, serta kepentingan vitalnya, termasuk opsi untuk merespons agresi tersebut," tutup pemerintah Saudi.
Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Riyadh dilaporkan terkena serangan drone.




















































