jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung menyusul dugaan keracunan yang dialami 24 siswa SD Negeri 3 Bungur.
Koordinator BGN Wilayah Tulungagung Sebrina Mahardika mengatakan sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bungur telah diamankan untuk diuji laboratorium oleh Dinas Kesehatan setempat.
"Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan sumber penyebab gejala yang dialami siswa," kata Sebrina, Kamis (12/2).
Menu yang disajikan dalam program MBG saat kejadian, antara lain nasi putih, ayam suwir, tahu, oseng kacang, dan kurma.
Berdasarkan observasi awal serta keterangan dari pihak sekolah, lauk ayam suwir diduga menjadi penyebab karena tercium bau tidak sedap dan berlendir saat dikonsumsi siswa. Namun, BGN menegaskan dugaan tersebut masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan laboratorium.
Sebrina menjelaskan sebelumnya BGN telah merilis daftar menu yang tidak direkomendasikan dalam program MBG karena berisiko mengalami penurunan kualitas gizi secara cepat setelah dimasak.
Menu tersebut antara lain nasi goreng, nasi kuning, nasi uduk, soto, mi bihun, capcay, sayur taoge, serta ayam suwir.
"Ada beberapa menu yang menjadi atensi BGN agar tidak digunakan karena risiko penurunan kualitas gizinya relatif cepat sehingga rawan menimbulkan masalah keamanan pangan," ujarnya.

















































