banten.jpnn.com, SERANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bersama PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) 1 Suralaya berinovasi memanfaatkan limbah racik uang kertas (LRUK).
Limbah uang tidak layak edar tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam proses co-firing pembangkit listrik.
Kepala Kantor Perwakilan BI Banten Sofwan Kurnia mengatakan kolaborasi sebagai tanda adanya perubahan cara pandang dalam pengelolaan limbah hasil pemusnahan uang rupiah.
"LRUK yang sebelumnya dipandang sebagai residu sekarang diberi nilai guna menjadi bagian dari sumber energi alternatif," ucap Sofwan, Selasa (25/8).
Menurut Sofwan, pemanfaatan limbah uang kertas sebagai komitmen nyata Bank Indonesia dalam mendorong lingkungan yang berkelanjutan maupun ekonomi hijau.
"Bank Indonesia memiliki amanat untuk mengelola rupiah secara menyeluruh mulai dari perencanaan, percetakan, pengeluaran, penarikan hingga pemusnahan," ujarnya.
Dia menjelaskan uang rupiah yang sudah tidak layak edar dimusnahkan kemudian menghasilkan LRUK.
"Jadi, material tersebut merupakan hasil pemusnahan uang yang telah diracik menjadi partikel-partikel kecil," kata dia.



















































