jatim.jpnn.com, SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan puncak musim kemarau di Jawa Timur (Jatim) berlangsung Agustus hingga September 2026.
Forecaster on Duty BMKG Juanda Levi Ratnasari mengatakan selama rentang waktu itu masyarakat harus menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
"Puncak dari musim kemarau di Jatim diprakirakan terjadi pada bulan Agustus dan September 2026," kata Levi ketika dikonfirmasi, Selasa (25/8).
"Kondisi kering meningkatkan risiko kebakaran dan lahan. Hindari membuang puntung rokok sembarangan terutama di lahan kering, semak dan area yang mudah terbakar,” imbuh dia.
Levi mengimbau masyarakat langsung melapor kepada petugas ketika melihat titik api di ruangan terbuka. Sebab, kobaran tersebut mudah membesar selama puncak musim kemarau.
"Ketika masyarakat menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.
Selain itu, Levi juga mengingatkan kepada warga Jatim untuk menghindari aktivitas berlebihan di luar ruangan. Masyarakat pun diimbau membawa air minum agar tidak dehidrasi.
"Kurangi aktivitas di luar ruangan ketika siang hari dan tetap gunakan pelindung dari sinar matahari serta cukupi kebutuhan air untuk mencegah dehidrasi," ucapnya.



















































